JUAL MURAH ALARM ELPIJI (LPG) LIVOTECH

JUAL MURAH ALARM ELPIJI (LPG) LIVOTECH

Kami JUAL MURAH ALARM ELPIJI (LPG) LIVOTECH


Rp. 120.000/pc Garansi 1 tahun 1to1 Replacement   
* Tegangan 220V AC
* Ambang batas gas ELPIJI : 10% (+/-5%) LEL
* Suhu kerja : -10 s/d 50 derajat celcius
* Kelembaban kerja : <95%RH
* Bisa mendeteksi ELPIJI, Gas Negara, dan Gas Alam
Cek Pengiriman JNE

Cek Pengiriman JNE

Cara Belanja

Cara Belanja

Cara Belanja Alarm Elpiji LIVOTECH | Alat Deteksi kebocoran LPG (Elpiji) | Detector Security Warning LPG Natural · Sialhkan anda lakukan ini dengan menggunakan format SMS seperti di bawah ini:

Gunakan Waktu dan Ingat waktu

Sms Kirimkan Ke nomor 085747136111

  Nama Barang#Jumlah Barang#Nama Lengkap#Alamat Kumplit#Kode POS#

lalu anda mengirimkan pesan sms order
seperti di bawah ini:

BELI ALARM#10#AGUS#Jl.Candirenggo, Ayah, Kebumen, Jawa Tengah,Indonesia#54473#
Konfirmasi Transfer

Konfirmasi Transfer

Konfirmasi Transfer  adalah suatu pekerjaan jika anda setelah melakukan order pembelian dan melakukan transfer uang sesuai nominal pemesanan produk tersebut setelah itu konfirmasi setelah transfer pembayaran kepada kami dengan format di bawah ini:


Keteangan Barang#Nominal#BANK Tujuan#Nominal Transfer#Jam#Tgl

Contoh:

BELI ALM#10#BNI#750000#00:12#14/10/2013

Semua Format di Atas silahkan SMS kan ke 
no 085747136111
Hubungi Kami

Hubungi Kami

Anda bisa menghubungi kami

Pada alamat di bawah:

ALARM ELPIJI LIVOTECH  CB 
PT. SINAR ABADI GROUP

Jl.Pantai Ayah km+3
Rt.02/Rw.02, Bangkerep
Ayah - Kebumen
Jawa Tengah
54473
Indonesia

email : muflih.mamun@yahoo.co.id 
Telephone:
085747136111
Tentang Kami

Tentang Kami

Tentang Kami

Alarm Elpiji LIVOTECH adalah site Bagian pemasaran online dari SINAR ABADI cabang perusahaan manufaktur yang sudah terpercaya  dan mendistributori yang berpusat di kebumen-Jawa Tengah. Dengan reputasi tinggi SINAR ABADI dipercaya sebagai pemegang distribusi alarm LIVOTECH untuk wilayah Indonesia, 
LIVOTECH masuk ke pasar Indonesia dengan membawa teknologi, beberapa sarana produksi, product knowledge dan best practised yang sudah teruji.






Berikut adalah tahapan proses produksi ALARM LIVOTECH 
  1. DIP ASSEMBLY,
  2. PCB ASSEMBLY,
  3. CALIBRATION PROCESS,
  4. AGING,
  5. OUTGOING QC dan
  6. PACKING 
​Semua proses diatas dikerjakan dengan profesional sehingga menjamin KUALITAS, STABILITAS, KEAKURATAN dan UMUR PEMAKAIAN produk menjadi lebih lama.



Tips Trick Aman dan Benar Menggunakan LPG (Elpiji)

Tips Trick Aman dan Benar Menggunakan LPG (Elpiji)

Untuk anda semua bagi yang menggunakan bahan bakar LPG (Elpigi) anda bisa menggunakan Tips Trick Aman dan Benar Menggunakan LPG (Elpiji), JAKARTA. seiring dengan terjadi beberapa insiden yang dikaitkan dengan penggunaan material LPG 3 kg (Tabung LPG 3 Kg, Kompor, Regulator, Selang). Penanganan insiden yang telah dilakukan Pertamina dalam kurun waktu 2008 - 2010 meliputi pergantian biaya pengobatan korban, asuransi bagi korban hingga asuransi aset yang mengalami kerusakan. Terdiri dari 27 insiden tahun 2008, 9 insiden 2009 dan 6 insiden tahun 2010.


Beberapa insiden tersebut disebabkan oleh bermacam-macam hal yang diduga seperti : gas LPG bocor yang terakumulasi, pemasangan regulator tidak tepat, penggunaan tabung yang tidak sesuai dengan prosedur hingga lokasi penempatan tabung dan kompor yang tidak sesuai standar keamanan (tidak ada ventilasi, merokok dalam ruangan tersebut hingga menggunakan kompor minyak tanah dan LPG secara bersamaan). Untuk menghindari terjadinya insiden, berikut di bawah ini tips menggunakan LPG yang aman dan benar:
  1. Gunakan peralatan ELPIJI (tabung, kompor, regulator dan selang) sesuai standard (SNI)
  2. Kompor dan tabung ELPIJI ditempatkan di tempat yang datar dan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik
  3. Idealnya ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke tempat aman mengingat berat jenis ELPIJI lebih berat dari udara maka apabila terjadi kebocoran ELPIJI akan berada di bagian bawah lantai dan pintu dapur harus terbuka
  4. Selang harus terpasang erat dengan klem pada regulator maupun kompor
  5. Tabung ELPIJI diletakkan menjauh dari kompornya atau sumber api lainnya dan harus diupayakan tidak terpapar panas
  6. Pasang regulator pada katup tabung ELPIJI (posisi knob regulator mengarah ke bawah).
  7. Pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung ELPIJI Pastikan selang tidak tertindih atau tertekuk
  8. Periksa kemungkinan kebocoran gas dari tabung, kompor, selang maupun regulatornya dengan cara membasuh dengan air sabun pada bagian-bagian rawan kebocoran (sambungan regulator dengan valve tabung, sambungan selang ke regulator dan kompor). Apabila terjadi kebocoran akan terjadi gelembung-gelembung udara pada air sabun dan tercium bau khas ELPIJI
  9. Rangkaian Kompor ELPIJI siap dan aman untuk digunakan
Cara menggunakan kompor yang baik :
  1. Tekan dan putar knob kompor berlawanan arah jarum jam
  2. Putar knob sampai posisi off (ditandai dengan bunyi klik) bila selesai
Tips khusus :
Ruang dapur yang menjadi satu dengan ruang makan atau ruang tidur dan tidak mempunyai ventilasi atau sirkulasi udara yang baik maka harus diperhatikan perihal sebagai berikut :
  1. Pada dini hari setelah bangun tidur dan akan menyalakan listrik dan atau menghidupkan kompor harus diyakinkan tidak ada akumulasi gas dalam ruangan dengan cara membuka pintu dan jendela terlebih dahulu. Bau khas ELPIJI mungkin menjadi tidak akan tercium apabila kita sedang pilek dan penciuman kita akan mengalami imun terhadap bau apabila kita :
    1. sudah terpapar bau tersebut selama waktu yang cukup lama  
    2. Pada saat ruangan tertutup ditinggal dalam waktu lama, pada saat membuka pintu harus diyakinkan bahwa dalam ruang tersebut tidak terjadi akumulasi ELPIJI akibat kebocoran sebelum menyalakan listrik dan sumber api lain
  2. Jangan mencolok-colok valve tabung apabila ELPIJI tidak keluar dari tabung, tukarkan dengan penjual atau agen terdekat
  3. Jangan menggunakan kompor gas dan kompor minyak tanah secara bersamaan dalam satu ruangan.
  4. Jangan menyalakan listrik dan atau menghidupkan kompor jika tercium bau ELPIJI yang bocor.
Bagaimana Merawat Tabung ELPIJI,Selang, Kompor Gas, dll 

Tabung ELPIJI
  • Tabung harus dalam posisi berdiri.
  • Tabung gas tidak boleh terkena langsung dengan sinar matahari atau sumber panas lain.
  • Tabung tidak boleh dilempar atau digelindingkan. Hindari dari nyala api yang terbuka (lampu minyak, rokok).
  • Tabung harus disimpan pada tempat yang kering, tidak basah dan tidak diperkirakan menimbulkan korosi.
  • Valve pada tabung harus dirawat dengan baik dan jangan diganggu.
  • Rubber seal harus selalu ada.
  • Pastikan ketika membeli masih terpasang seal cap. Plastik pembungkus valve.
SELANG
  • Hindari dari gigitan hewan, seperti tikus, sayatan benda tajam ataupun terkena nyala api.
  • Jangan sampai letak selang tertindih terlipat.
  • Harus dibersihkan dari sisa-sisa makanan yang tertumpah agar tidak menarik tikus.
  • Lakukan pemeriksaan harian pada selang untuk mengetahui kebocoran.
KLEM PENGAMAN
  • Pastikan benar-benar erat pemasangan klem pada sambungan selang dengan kompor dan antara selang dengan regulator untuk menghindari kebocoran.
KOMPOR GAS
  • Selalu dibersihkan secara rutin secara harian.
  • Jangan menggunakan kompor minyak tanah secara bersamaan dengan penggunaan kompor gas terutama pada saat pemasangan regulator.
TELITI DAN RAJIN MEMERIKSA
  • Periksa selalu selang, Klem, Valve dan Regulator, apabila ada indikasi yang tidak beres bawa segera ke agen.
SIRKULASI UDARA
  • Dibutuhkan sirkulasi udara pada dapur dengan member jendela lebar atau pintu. Ventilasi dekat dengan permukaan lantai sangat penting
HINDARI KEBAKARAN
  • Pada saat peralatan elpiji aktif, jauhkan dari benda-benda yang mudah terbakar, gunakan kompor hanya untuk memasak bukan untuk mengeringkan atau keperluan lainnya.
Mengetahui & Mengatasi Kebocoran ELPIJI
  1. Tercium bau khas gas ELPIJI yang menyengat
  2. Terdapat embunan pada tabung ELPIJI biasanya ada disekitar sambungan pengelasan tabung, neck ring, valve maupun sambungan pada foot ring
  3. Terdapat bunyi mendesis pada regulator
  4. Jika terjadi kebocoran pada tabung Gas ELPIJI tindakan yang harus segera dilakukan adalah:
    • Lepaskan regulator, bawa tabung keluar ruangan dan letakkan di tempat terbuka
    • JANGAN MENYALAKAN API ATAU MENGHIDUPKAN LISTRIK
  5. Bawa tabung gas ELPIJI tersebut ke agen atau penjual gas Elpiji
Cegah Penyebab Mengapa LPG (Elpiji) Meledak

Cegah Penyebab Mengapa LPG (Elpiji) Meledak

Mengapa LPG Meledak

  Peristiwa ini telah menimbulkan keresahan dan pertanyaan di kalangan masyarakat, khususnya pengguna LPG. Apakah LPG aman digunakan. Mengapa ledakan terjadi dan siapa yang bertanggung jawab?Untuk menjawab ini kita harus melihat kemasa-masa awal penggunaan LPG di Indonesia di awal tahun 60an. Semula LPG dimaksudkan untuk kalangan menengah ke atas atau masyarakat gedongan yang tidak mau berkotor-kotor memakai kompor minyak tanah.Harga LPG termasuk perlengkapannya seperti kompor masih tergolong mahal dan hanya mampu dibeli oleh masyarakat berkemampuan tinggi. Oleh karena itu segmen pengguna LPG dibidik masyarakat mampu yang tidak memikirkan harga. Kampanye LPG pun dikaitkan dengan bahan bakar bersih, efisien, memiliki nilai kalor lebih dan elit.

Namun sejalan dengan kebijakan konversi minyak tanah ke LPG, maka format pengguna LPG berubah total seratus delapan puluh derajat. LPG tidak lagi dikaitkan dengan status sosial tetapi menjadi bahan bakar semua kalangan mulai dari masyarakat kelas bawah, tukang beca, pedagang kaki lima, sampai penghuni apartemen mahal. Masyarakat di gang sempit sampai perumahan mewah di Pondok Indah, semuanya mengkonsumsi LPG. Yang berbeda mungkin harga dan kualitas peralatannya. Masyarakat kelas atas menggunakan peralatan impor berharga mahal, dan untuk kalangan bawah peralatan murah meriah yang dibagikan gratis. Harga gasnya juga berbeda karena ada harga subsiidi untuk tabung 3 kg. Masalahnya, peralatan yang murah, seringkali juga berarti rendahnya standar keselamatan.Demikian pula harga yang berbeda memicu terjadinya kegiatan pengoplosan tabung. Kondisi ini berperan terhadap tingkat keselamatan LPG di tengah masyarakat


Mengapa LPG Meledak???
LPG berasal dari campuran gas butan dan propan yang dicairkan dengan tekanan antara 4-9 kg/cm2. LPG dilingkungan internasional dimasukkan ke dalam kelas bahan berbahaya dan mudah meledak. Kategori bahayanya sangat tinggi sehingga peredarannya seharusnys dikontrol dengan ketat. LPG adalah gas yang sangat ringan, tidak berwarna dan tidak berbau. Gasnya dua kali lebih berat dari udara sehingga jika terjadi kebocoran akan merayap di permukaan tanah mengikuti arah angin.
Gas LPG jika menguap di udara akan bercampur dengan oksigen dan membentuk campuran yang mudah terbakar yang disebut explosive mixture. Kadar LPG sebesar 5% volume dengan udara sudah cukup untuk menimbulkan peledakan dahyat. Untuk terjadinya kebakaran atau ledakan, diperlukan sumber panas atau api yang dapat berasal dari api terbuka, kompor, benda panas atau percikan listrik. Fenomena ledakan LPG dimulai dari adanya bocoran dari tabung  atau perlengkapan LPG lainnya yang kemudian mengisi ruangan sekitarnya dan suatu saat akan mencapai titik ledaknya. Jika terdapat sumber api misalnya ketika menghidupkan sakelar lampu maka ledakan akan terjadi.
 
Mata Rantai Sumber Bencana
LPG dari sumbernya sampai ke dapur konsumen melalui perjalanan cukup panjang. Dimulai dari kilang-kilang minyak, LPG diangkut dengan kapal dan truk tangki ke tempat pengisian tabung yang disebut SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pendistribusian Bulk Elpiji). Tabung sendiri berasal dari dua sumber yaitu eks pabrik tabung dalam negeri dan tabung impor. Aspek keselamatan sebenarnya sudah dimulai dari pabrik tabung yang bertugas memenuhi pesanan Pertamina sebagai pengguna tunggal - untuk saat ini-  di Indonesia. Semua tabung yang diproduksi seharusnya sudah memenuhi standar keselamatan yang ditentukan. Setiap tabung harus melalui proses uji kualitas dan teknis  dan kemudian memperoleh.sertifikat yang dikeluarkan oleh pihak Depnaker. Untuk itu setiap tabung akan ditempel dengan nomor seri dan tanggal pengujian dan masa berlakunya. Jika persyaratan ini dipenuhi tentulah semua tabung yang dihasilkan akan cukup aman. Berbeda dengan tabung ilegal yang tentu tidak mengikuti proses tersebut sehingga tidak terjamin keselamatannya.
Selanjutnya tabung diisi di stasiun pengisian LPG atau SPPBE. Seharusnya disini dilakukan pengujian dan pemeriksaaan ulang baik secara visual maupun dengan pengetesan khusus untuk memastikan bahwa tabung dalam keadaan baik. Tabung yang tidak baik akan ditarik dari peredaran dan akan diganti oleh Pertamina. Di SPBE ini juga dilakukan pemeriksaan dan penggantian seal karet jika ditemukan rusak atau hilang. Namun disini dapat saja terjadi penyimpangan atau kekurang telitian sehingga tabung yang tidak baik atau tabung ilegal tidak terdeteksi sehingga kembali beredar. Dengan meningkatkan jumlah tabung yang beredar yang mencapai sekitar 60 juta dapat dibayangkan betapa meningkatnya beban kerja yang harus dilakukan petugas pemeriksa sehingga masih terdapat kemungkinan lolosnya tabung yang tidak baik atau tabung ilegal.
 
Selesai diisi , tabung diangkut dan disalurkan ke pasar yang dimulai dari tingkat agen besar, agen kecil dan akhirnya ke pengecer di warung-warung sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen akhir di dapur-dapur.. Nah, dalam mata rantai ini banyak terjadi kemungkinan penyimpangan. Tabung yang baik, dengan sengaja dirusak atau dibuka untuk memindahkan isinya. Tabung juga diangkut secara sembarangan dengan cara dilempar atau dibanting sehingga mengalami kerusakan. Tabung  ilegalpun dimanfaatkan sehingga akhirnya tabung yang beredar di masyarakat sudah tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. 
Sudahkan masalah keselamatan berakhir? Ternyata belum, karena masyarakat masih harus dihadapkan dengan peralatan penggunaannya yang berupa regulator, selang dan kompor. Kebijakan yang dibuat pemerintah untuk memasarkan LPG di kalangan masyarakat bawah harus diimbangi dengan tersedianya alat yang murah dan terjangkau. Untuk itu para produsen harus mensiasati produk yang dihasilkannya sehingga dapat menjangkau daya beli masyarakat. Salah satu cara adalah dengan menurunkan standar kualitas minimum yang disyaratkan. Hal ini juga terjadi bagi produk impor ilegal yang banyak beredar di pasaran dengan harga sangat murah namun diragukan tingkat keselamatannya.
Faktor terakhir dalam mata rantai LPG adalah sisi pengguna. Berbeda dengan kalangan elit dan menengah ke atas, pengguna LPG di kalangan bawah mengandung kerawanan tinggi. Ruang dapur sempit dan berdesak-desakan sehingga dengan volume yang sedikit saja , ruangan telah penuh dengan gas yang siap meledak.  Ventilasi kurang baik dan tabung berada sangat dekat dengan kompor. Peralatan listrik banyak yang tidak aman sehingga menjadi pemicu kebakaran gas. Disamping itu, kesadaran, pengetahuan, pendidikan dan budaya keselamatan masih rendah sehingga sering sembrono dan tidak waspada dalam menggunakan peralatan LPG sehingga cenderung berbahaya.
Akumulasi berbagai kondisi dan faktor di atas, mengakibatkan penggunaan LPG di kalangan masyarakat dewasa ini sangat rawan dan rentan terhadap bencana kebakaran dan peledakan. Untuk mengatasi hal ini ,  siapa yang harus bertanggung jawab. Apakah mereka yang membuat kebijakan konversi tanpa memikirkan masak-masak kesiapan masyarakat pengguna? Atau pihak yang terlibat dalam mata rantai LPG mulai dari Pertamina, Pabrik Tabung, Instansi Teknis seperti Depnaker sebagai pemberi ijin tabung atau Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang menyangkut peralatan kompor dan ijin edarnya? Sejauh ini belum ada pihak yang merasa paling bertanggung jawab sehingga telah seharusnya semua pihak duduk bersama dan membicarakan masalah ini secara terpadu dan mengambil langkah-langkah komprehensif.
Bagaimana mencegah??
Salah satu faktor utama dalam menjamin keselamatan penggunaan LPG adalah kehandalan tabung. Untuk menjamin keselamatan, tangki LPG sudah dirancang dengan kemampuan menahan tekanan 6-7 kali tekanan gas sehingga secara teoritis akan aman digunakan. Disamping itu, setiap tabung juga dilengkapi dengan katup pengaman yang bekerja pada tekanan sekitar 30 kg/cm2. Dari sisi tabung, pada dasarnya sudah sangat aman untuk digunakan, kecuali jika tabung tersebut palsu, tidak dilengkapi sertifikat dan tidak dilakukan pengujian sebagaimana mestinya. 
Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan sistem pengendalian dan poengawasan di palang pintu utama yaitu fungsi pengawasan dan pengendalian di SPBBE. Untuk menghindarkan adanya conflict of interest dari pengusaha SPPBE, maka pemerintah atau Pertamina harus menempatkan petugas inspektor tabung di titik penerimaan tabung sebelum diijinkan untuk diisi ulang. Semua tabung rusak, ilegal dan tidak sesuai standar harus ditarik dari peredaran. Manarik tabung dari peredaran dan mengganti dengan tabung baru , berarti tambahan beban bagi Pertamina sehingga wajar jika mereka melakukannya dengan sangat selektif.
Unsur kedua yang dapat menjadi sumber bahaya adalah peralatan kompor mulai dari regulator, slang, klem dan kompor. Disini terdapat banyak kemungkinan yang dapat mengakibatkan terjadinya kebocoran antara lain dari kondisi peralatan yang di bawah standar baik segi material maupun proses pabrikasinya, cara pemasangan yang tidak baik. Untuk itu langkah pencegahan adalah dengan menetapkan standar ketat terhadaap peredaran perlengkapan. Hanya alat yang telah memiliki sertifikat dan label keselamatan yang boleh diedarkan dan digunakan di tengah masyarakat. Untuk itu, Departemen Perdagangan atau perindustrian harus melakukan pengawasan di pasar sebagaimana yang dilakukan oleh Badan POM untuk poduk obat dan makanan.
Faktor berikutnya adalah kondisi lingkungan dan tempat penyimpanan dan penempatan seperti dapur, gudang atau warung. Masyarakat banyak yang tidak paham bahwa LPG sebagai bahan berbahaya memerlukan perlakuan khusus, misalnya persyaratan jarak aman dari sumber api, ventilasi, peralatan listrik. Kegiataan yang melibatkan LPG harus dilakukan di ruang terbuka atau dengan ventilasi yang baik. Karena itulah banyak terjadi kasus peledakan LPG di warung gudang  dan dapur ketika menyimpan, melakukan pemindahan isi, atau kegiatan memasak. 
Faktor terakhir yang paling menentukan adalah perilaku atau budaya pengguna LPG. Sesuai dengan sifat bahayanya, masyarakat harus memiliki pemahaman, kesadaran dan perilaku yang aman dalam menjalankan LPG. Mereka harus memahami bagaimana bahaya gas LPG, bagaimana terjadinya kebakaran dan bagaimana menghadapi kondisi bebahaya seperti kebocoran atau kebakaran. Pendidikan dan penanaman kesadaran akan keselamatan bagi konsumen LPG perlu dilakukan terus menerus. Setiap pembeli tabung LPG atau perlengkapannya harus diberi petunjuk yang jelas mengenai potensi bahaya dan syarat keselamatan yang wajib dipenuhi. Sudah saatnya, Pertamina memasang stiker petunjuk keselamatan disetiap tabung yang dipasarkannya.
Keempat faktor ini kelihatannya kurang disiapkan oleh pemerintah sebelum meluncurkan program konversi minyak tanah. Oleh karena itu, jika keempat faktor tersebut tidak segera ditangani oleh masing-masing pihak terkait, maka tidak aneh bila ledakan masih akan terus terjadi. Sudah saatnya pemerintah tidak sekadar berhitung untung rugi subsidi BBM yang konon sudah bisa menghemat sampai 16 triliun namun mengabaikan nilai nyawa manusia. Apa salahnya jika sebagian dana yang diperoleh tersebut dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk jaminan sosial kecelakaan, pelatihan keselamatan serta subsidi untuk peralatan LPG yang lebih baik dan aman serta terjangkau oleh kantong rakyat jelata yang telah dipaksa pindah ke LPG. Apakah perlu Pertamina membuat dua macam harga yang mendorong terjadinya pengoplosan yang berpotensi menimbulkan ledakan? Mengapa harga tidak disamakan saja karena pengguna LPG ukuran 12 kg tidaklah sebanyak pengguna 3 kg? Kalau sekadar untuk menutup kerugian –dalam kata kutip- hendaknya Pertamina juga menilai besarnya biaya sosial yang harus ditanggung masyarakat sebagai buah kebijakannya. Hendaknya nyawa manusia Indonesia jangan dihargai secara murahan.
Pengertian Apa itu LPG (elpiji)

Pengertian Apa itu LPG (elpiji)

Apa itu LPG (elpiji)

 

  BAGAIMANA SIFAT-SIFAT LPG?

  • Liquified Petroleum Gas adalah kepanjangan dari singkatan (LPG) PERTAMINA dengan brand ELPIJI, merupakan gas hasil produksi dari Kilang BBM dan Kilang Gas, yang komponen utamanya adalah gas propane (C3H8) dan butane (C4H10) kurang lebih 97% dan sisanya adalah gas pentane yang dicairkan.
  • ELPIJI lebih berat dari udara dengan berat jenis sekitar 2.01 (dibandingkan dengan udara), tekanan uap ELPIJI cair dalam tabung sekitar 5.0 – 6.2 Kg/cm2
  • Zat merkaptan yang ditambahkan pada LPG dimaksudkan untuk keselamatan dengan memberikan bau yang khas, sehingga kebocoran gas mudah diketahui dengan cepat
  • ELPIJI PERTAMINA umum dipasarkan di masyarakat dalam kemasan tabung (3 kg, 12 kg, dan 50 kg)

E L P I J I (L.P.G.=LIQUEFIED PETROLEUM GAS)
Menurut Keputusan Dirjen Migas No.25 K/36/DDJM/1990 tanggal 14 Mei 1990, Gas Elpiji yang dipasarkan di Indonesia adalah gas campuran yang terdiri dari Gas Propane dan Gas Butane yang perbandingan campurannya adalah Propan 30% dan butane 70%.
Sesuai Keputusan Dirjen Migas No. 25 K/36/DDJM/1990 tanggal 14 Mei 1990 ini juga menyebutkan bahwa Spesifikasi Bahan Bakar Gas Elpiji untuk Keperluan Dalam Negeri adalah Spesifikasi LPG Propane (C3) dan Spesifikasi LPG Butane (C4) menggunakan standar ASTM (American Standard Testing Method)

Campuran atau paduan dari 2 jenis gas inilah yang dinamakan “ELPIJI” yang sekarang tersebar luas di masyarakat untuk kepentingan dapur, industri dan transportasi. Gas Elpiji termasuk yang dapat cair pada tekanan dan suhu rendah. Namun jenis gas ini mempunyai sifat dan kelakuan yang sangat berbahaya karena mudah terbakar dan mudah meledak, tidak beracun tapi jika terhirup lebih dari 1.000 ppm atau 0.1% (100%=1.000.000 ppm) akan menyebabkan mengantuk, mimpi kemudian meninggal.


Kelakuan dan sifat dari Elpiji adalah:
Elpji agar terbakar atau meledak harus terdapat/memenuhi 3 unsur yaitu:
  1. Hydrocarbon (BBM atau BBG)
  2. Oxigin (Terdapat dalam udara yang kita hirup untuk bernafas)
  3. Panas (Korek api, pematik, loncatan bunga api, elektrik statis dll.)
Ketiga unsur ini yang disebut: Segitiga Api.
Tidak begitu menguntungkan bagi Elpiji karena pada campuran tertentu akan menyebabkan ledakan yaitu pada konsentrasi gas 1.8% s/d 10% di udara terbuka atau tertutup.
Pada konsentrai gas Elpiji 0% s/d 1.8% di udara tidak akan terbakar atau meledak karena terlalu miskin hidrokarbon.
Pada konsentrasi gas 10% s/d 100% di udara juga tidak bisa terbakar karena terlalu kaya hidrokarbon.
Untuk menghindari terjadinya bahaya dari segitiga api caranya adalah dengan menghilangkan salah satu unsur tersebut pada keperluan berbeda.

KEBOCORAN GAS
Pada peralatan baik itu dapur rumahtangga, industri ataupun transportasi rentan terjadi kebocoran karena Tabung Gas adalah merupakan Bejana Bertekanan. Tekanan Gas Elpiji termasuk rendah pada suhu ruangan biasa.
Menurut Undang Undang Uap (Stoom Ordonnantie) 1930 yang masih berlaku sampai sekarang dan belum pernah direvisi, pasal 1; ayat 1, bahwa: Bejana atau tabung yang bertekanan > 1 Atmosfir (atm) harus mendapat injin dan pengawasan oleh Negara/Pemerintah.

Pada kesempatan tulisan ini hanya membahas kebocoran gas Elpiji pada penggunaan di dapur rumah tangga.
Kebocoran Gas Elpiji dapat terjadi melalui sambungan selang yang tidak kedap atau selangnya sendiri yang berpori pori sehingga dapat ditembusi oleh gas karena mutu selang yang tidak memadai, melalui katup/klep dari tabung itu sendiri yang tidak pas terhadap dudukannya atau bisa juga seperti yang pernah penulis dapati saat memasak makanan yang kuahnya dapat meluap, terjadi luapan sehingga mematikan api di kompor.Hal ini menyebabkan gas menyembur terus tanpa diawasi sehingga gas memenuhi ruangan dapur. Kebocoran lainnya karena regulator ditancapkan ke tabung dengan sistim klip on dimana karena konstruksi sangat sederhana (sudah SNI) sehingga kurang kokoh dan tidak mencekam dengan baik sehingga rentan terjadi kebocoran, ditambah lagi dengan mutu dari karet yang kurang baik.

Jika terjadi kebocoran gas Elpiji didapur akan menjadi sangat berbahaya karena hal yang tidak menguntungkan bahwa Gas Elpiji lebih berat dari udara, jika udara 1 per satuan berat maka Gas Elpiji adalah 2 per satuan berat. Konsentrasi Gas ELPIJI akan sangat berbahaya utamanya jika tidak ada peranginan yang menghembusnya keudara luar. Gas Elpiji ini akan merambat dilantai karena lebih berat dari udara, sehingga kadang kala tidak terhembus oleh angin atau exhaust fan atau tidak terhisap oleh cerobong di atas tungku dapur. Kebocoran gas Elpiji yang merambat di lantai kadangkala belum tercium orang yang sedang berdiri sehingga, setelah tercium berarti gas yang ada sudah setinggi hidung orang yang menciumnya. Volume Gas bisa aja tanpa diduga telah terakumulasi dan berada pada campuran yang dapat meledak. Campuran gas Elpiji terhadap udara sampai dengan 1.8% walaupun tersulut atau dibakar dengan pematik api tidak akan terjadi ledakan atau menyala.

Tetapi pada kandungan gas diantara 1.8% -- 10% akan meledak sangat dahsyat jika ada sumber api atau dari elektrik statis. Pada kandungan Elpiji > 10% hanya akan menyala saja.(lihat segitiga ledak dan segitiga nyala) Ledakan Elpiji pada kandungan 1.8% ---- 10% termasuk kategori sempurna sehingga sangat dahsyat daya hancurnya berlangsung secara berantai, kekuatannya tergantung dari jumlah campuran yang meledak. Pada saat meledak seluruh oksigen yang ada didaerah itu akan terpakai habis dan menjadi hampa udara, sehingga jika ada orang didaerah sekitarnya disamping mendapat luka bakar juga akan kesulitan bernafas. Bangunan sekitarnya akan porak poranda dilanda oleh udara yang bolak balik. Elpiji yang meledak pada kandungan 1.8% s/d 10% ini hakekatnya tidak diikuti oleh kebakaran. Kalau disusul oleh kebakaran berarti kandungan gas sudah > 10% menyala saja (flammable) bukan ledakan.


TABUNG GAS
Gas Elpiji kemudian dikemas dalam bentuk Tabung 3,6,12 dan 50kg, isi tabung terdiri dari bentuk Elpiji cair dan Elpiji gas jenuh. Tekanan dalam Tabung Elpiji berubah ubah seiring dengan perobahan suhu di sekelilingnya. (hokum:boyle – gay lussac). Kemasan ini memungkinkan penyebaran ke seluruh pelosok Nusantara, karena distribusi dan transportasi menjadi mudah.

Tabung gas Elpiji berapapun ukurannya tidak boleh diisi penuh, batas amannya adalah 80% dan juga tidak boleh kosong samasekali karena:
Tabung Elpiji berisi gas Elpiji dan cairan Elpiji yang bertekanan pada isi (volume) yang tetap, sehingga yang berubah (variable) adalah suhu (temperature) dan tekanan (Pressure). Artinya gas Elpiji dapat di pampatkan sedangkan cairannya tidak, Sehingga jika terisi penuh maka dengan sedikit kenaikan suhu tabung Elpiji dapat pecah. Jika pecah maka cairan Elpiji tersembur keluar dan dengan cepat menjadi gas yang akan meledak jika bercampur dengan udara dan terpicu oleh loncatan bunga api atau elektik statis. Tabung Elpiji tidak boleh kosong samasekali karena secara teoritis dapat meledak sendiri, Walaupun peristiwa ledakan yang sesuai teori ini kemungkinannya satu kali diantara sejuta, tapi kan pemakainya puluhan juta. (Penjelasannya memerlukan analisa yang panjang).

Tabung Elpiji yang sedang terisi cairan dan gas tidak mungkin meledak karena gas elpijinya dalam keadaan jenuh. Kalaupun tekanannya terlalu tinggi melewati ambang batas maka tabung hanya menjadi pecah. Bahaya akan timbul jika gas muncrat keluar tidak ditanggulangi dengan benar. Bejana atau tabung seperti kapal-kapal tanker atau mobil-mobil tangki sampai dengan tabung-tabung yang ukuran kecil dapat meledak sendiri, karena sesuai dengan teori segitiga ledak yang kami paparkan diatas. Teori ini berlaku bagi bejana atau tabung yang dalam keadaan kosong karena dapat mengandung unsur-unsur yang dapat mengakibatkan ledakan yaitu ada campuran gas (hidrokarbon) dan udara(oksigin) serta ada pemicunya(elektrik statis).

jika ketiga unsur dari segitiga ledak terpenuhi maka akan terjadi ledakan, namun ledakan Tabung 3kg tidak seperti bom atau granat karena disamping isi (volume)sedikit juga tabung yang dikonstruksi bentuk silinder sangat kuat karena gaya dorongnya saling menghilangkan(baca ilmu gaya). Paling-paling yang kalah dan mental tercabut duluan adalah katup keamanannya termasuk rumah katup. (harus diingat bahwa tabung akan meledak pada saat kosong artinya tabung pernah bertekanan dibawah tekanan 1 atm sehingga volume campuran yang meledak sangat sedikit, tekanan tabung sesungguhnya pada ambient temperature k.l. 6 kg/cm2 Atm mutlak = ata)
Penulis, Johanis R. Mawuntu, Pensiunan Pertamina Perkapalan Tinggal di Jakarta.
Demo dan Pengujian Alarm Kebocoran ELPIJI / Detektor Gas LPG

Demo dan Pengujian Alarm Kebocoran ELPIJI / Detektor Gas LPG

Demo dan Pengujian Alarm Kebocoran ELPIJI / Detektor Gas LPG


  Berikut adalah gambar langkah-langkah untuk melakukan pengujian atau demo alarm elpiji LIVOTECH

Video demo atau pengujian dengan menggunakan LPG portable
lihat pada video di bawah ini:




Video demo atau pengujian dengan menggunakan KOREK GAS



Panduan Cara Pemasangan (Tutorial)

Panduan Cara Pemasangan (Tutorial)

Cara Pemasangan Alarm Elpiji LIVOTECH supaya dengan benar tidak terjadi bermasalah pada gas tabung  Elpiji  anda, menjadikan aman dan  tenang dalam menggunakan gas elpiji anda.




Catatan : Sebagai informasi, gas elpiji adalah gas yang lebih berat dari udara
  1. Pilih posisi instalasi yang tepat yaitu tinggi 0.3m - 1m dari lantai & radius dari sumber gas < 1.5 m
  2. Gantungkan alarm ke dinding dengan paku
  3. Hindari instalasi yang terlalu dekat dengan ventilasi, kipas angin, pintu, jendela, sumber uap, minyak, dll

Cara Pengoperasian
  1. Hubungkan alarm dengan listrik 220V
  2. LED Indikator warna hijau akan berkedip selama 2-3 menit, sebelum alarm aktif
  3. Jika LED Indikator warna hijau akan menyala itu menunjukkan bahwa alarm telah aktif.
  4. Saat terdeteksi kebocoran gas, LED Indikator warna merah akan berkedip & alarm akan berbunyi “beep….beep”. 
  5. Alarm akan berhenti berbunyi dan kembali bekerja normal setelah konsentrasi gas elpiji berada dibawah ambang batas.
  6. Jika alarm berbunyi panjang dan LED Indikator warna merah menyala, itu menandakan bahwa alarm tidak berkerja, cabut alarm dari listrik 220V dan coba hubungkan dengan listrik kembali.
Tindakan Darurat
Alarm akan berbunyi jika intensitas gas elpiji yang terdeteksi melebihi ambang batas, Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:
  1. Matikan katup regulator pada tabung elpiji.
  2. Buka jendela dan biarkan udara masuk.
  3. Matikan sumber-sumber api.
  4. Hindari pemakaian alat-alat listrik termasuk menyalakan lampu
  5. Cek kebocoran gas dan hubungi petugas yang berpengalaman.
Kelebihan dan Keunggulan

Kelebihan dan Keunggulan

Kelebihan dan Keunggulan alarm elpiji LIVOTECH kami terangkan lebih detail untuk pelanggan yang mungkin bisa dipahami, bacalah keterangan di bawah ini :

HEMAT ENERGI
Konsumsi listrik sangat hemat yaitu hanya <2,5watt.
SIRINE SANGAT KERAS
Memiliki sirine yang dapat menghasilkan suara yang sangat keras yaitu 85dB
LOW VOLTAGE
Alarm dilengkapi dengan kemampuan untuk tetap dapat beroperasi pada saat tegangan PLN tidak stabil yaitu 85Volt s/d 265Volt.a <2,5watt.
24 JAM NON STOP
Mampu bekerja 24 jam non stop, sehingga dapat memberikan perlindungan setiap hari
CE MARKING
Hadir dengan standar kualitas eropa yang memungkinkan untuk pemakaian jangka panjang
UNTUK SEMUA JENIS TABUNG LPG
Alarm dapat digunakan untuk semua ukuran tabung ELPIJI baik tabung 3KG, 12KG maupun 50KG
SENSITIVITAS TINGGI
Menggunakan sensor gas dan Micro Controller Unit (MCU) yang berteknologi tinggi sehingga mampu berfungsi dengan lebih stabil dan akurat.
INSTALASI MUDAH
Pemasangan dan penggunaannya sangat mudah, anda hanya perlu menghubungkan dengan listrik 220Volt dan digantung di dinding.
NOMOR SERI PRODUKSI
Dilengkapi dengan nomor seri produksi untuk menjamin keaslian produk alarm
INDOKATOR GAGAL FUNGSI
Alarm dapat melakukan cek fungsi internal, saat ada kerusakan pada sensor maka lampu alarm yang berwarna merah akan menyala & sirine akan berbunyi
 
Spesifikasi Teknis

Spesifikasi Teknis

Alarm Elpiji LIVOTECH mememberikan ukuran Spesifikasi Teknis Dimensi 11cm x 7cm x 4cm, Tegangan 85 -265 Volt, Daya Listrik <2,5 Watt, Berat Bersih 250 Gram, Level Alarm 10% LEL +/- 5%. Atau bisa anda lihat ukuran keterangan pada penjelasan di bawah ini :


Spesifikasi Teknis:
Dimensi 11cm x 7cm x 4cm
Tegangan 85 -265 Volt
Daya Listrik <2,5 Watt
Berat Bersih 250 Gram
Level Alarm 10% LEL +/- 5%